Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025

Probis Hilirisasi Kejar Target Investasi Rp3.464,5 T

Jakarta, 18 Desember 2025 - Pemerintah terus memperkuat hilirisasi sebagai strategi utama peningkatan nilai tambah dan daya saing ekonomi nasional. Komitmen tersebut ditegaskan melalui penyelenggaraan Expose Proposal Bisnis (Probis) Hilirisasi Investasi Strategis 2025 dengan tema “Probis Hilirisasi, Tingkatkan Realisasi Investasi” yang diselenggarakan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta, Kamis (18/12). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memaparkan Probis Hilirisasi Investasi Strategis 2025 yang disusun sebagai instrumen kebijakan sekaligus alat pemasaran investasi, guna memperkuat percepatan realisasi investasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Heldy Satrya Putera menegaskan bahwa investasi hilirisasi memiliki peran kunci dalam mendorong realisasi investasi yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi nasional. “Investasi merupakan salah satu kunci penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mencapai target pertumbuhan hingga 8 persen pada 2029, hilirisasi harus menjadi motor utama dengan proyek-proyek yang terukur, realistis, dan siap dieksekusi,” ujarnya. 


Dalam RPJMN 2025-2029 yang dikeluarkan oleh Kementerian PPN/Bappenas, investasi diharapkan berkontribusi sebesar Rp13.032,8 triliun hingga tahun 2029, dengan sektor hilirisasi diproyeksikan dapat berkontribusi signifikan sebesar Rp3.464,5 triliun. “Kegiatan ini merupakan implementasi dari peta jalan Hilirisasi yang telah diluncurkan, sehingga investor yang tertarik untuk masuk dan menanamkan modalnya di Indonesia dipermudah dengan data dan informasi yang valid, serta analisis yang akurat terhadap potensi investasi di suatu komoditas tertentu,” papar Heldy. 


Lebih lanjut, Heldy menambahkan bahwa kegiatan proposal bisnis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dilakukan bekerjasama dengan konsultan internasional yang memang biasa menjadi rujukan oleh investor sebelum mereka memutuskan untuk masuk ke Indonesia. “Ini dilakukan dengan harapan kemanfaatan dari probis ini bisa sesuai dengan ekspektasi dan keinginan dari para investor baik dalam negeri maupun internasional,” ungkapnya.


Pada periode Januari–September 2025, realisasi investasi di sektor hilirisasi tercatat mencapai Rp431,4 triliun, atau sekitar 83 persen dari target realisasi hilirisasi tahun 2025 yang mencapai Rp 521,4 triliun. Capaian ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap proyek-proyek hilirisasi yang memiliki kepastian implementasi dan dukungan kebijakan yang kuat.


Probis Hilirisasi Investasi Strategis 2025 memetakan 15 komoditas prioritas yang berasal dari sektor mineral, minyak dan gas bumi, kelautan dan perikanan, serta perkebunan dan kehutanan. Komoditas tersebut meliputi nikel, timah, bauksit, tembaga, pasir silika, besi baja, minyak bumi, gas bumi, kelapa sawit, kelapa, udang, ikan tilapia, tuna–cakalang–tongkol, garam, dan rumput laut, yang dikembangkan sebagai proyek hilirisasi strategis di berbagai wilayah Indonesia.


Probis Hilirisasi Investasi Strategis 2025 disusun secara komprehensif dan terintegrasi, mencakup aspek pasar, lokasi dan ketersediaan bahan baku, aspek teknis dan teknologi, keekonomian proyek, pembiayaan, aspek hukum dan perizinan, penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), manajemen risiko, serta rencana implementasi proyek. Pembuatan Probis ini juga berdasarkan hasil diskusi dengan pelaku usaha hulu hingga hilir, kementerian terkait, pengelola kawasan industri, asosiasi, dan akademisi. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang realistis, terukur, dan siap dieksekusi bagi calon investor dan para pemangku kepentingan.


Probis ini juga menyoroti peluang pengembangan industri strategis, antara lain ekosistem baterai dan kendaraan listrik berbasis nikel dimana Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, industri pengolahan kelapa menjadi coconut milk, VCO, dan coconut flour, kelapa sawit menjadi nitrogliserin dimana Indonesia merupakan produsen no 1 untuk kelapa dan kelapa sawit, serta produk olahan ikan dari ikan tilapia dan TCT, dan juga rumput laut, yang diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pemerintah menyediakan dukungan kebijakan berupa insentif fiskal dan nonfiskal, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta penetapan proyek hilirisasi sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), guna meningkatkan daya tarik dan kepastian berusaha bagi investor. 


Direktur CNGR Advanced Material Veronika Yu menyampaikan bahwa upaya pemerintah untuk terus mendorong hilirisasi nikel terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. “Bahkan bahan mentah nikel yang dimiliki oleh Indonesia bisa diolah menjadi ingot nikel atau katoda nikel dengan kadar 99,9% yang banyak digunakan untuk komponen aerospace serta peralatan medis seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Computed Tomography Scan (CT scan)," imbuhnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan kementerian dan lembaga terkait, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang hilirisasi di antaranya Freeport Indonesia, CNGR Advance Material, First Resources, ACWA Power, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), PT Garam, PT Suri Tani Pemuka, Aquafarm Nusantara, Agrinas Jaladri Nusantara, Perikanan Indonesia, PT Chandra Asri Pacific, PCM Kimia Indonesia dan PTPN.(*)


Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Biro Protokol dan Hubungan Masyarakat

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM 

Email: humas@bkpm.go.id



Powered by sagara 2022