Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026

Presiden Prabowo Soroti Peluang Investasi, Potensi, dan Stabilitas Ekonomi Indonesia di WEF 2026

Davos, 22 Januari 2026—Di tengah gelaran World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 (WEF) di Davos, Swis, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani turut hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Special Address, menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi investasi global yang stabil dan penuh peluang di WEF Congress Center pada Kamis (22/01). Dalam pidatonya, Presiden menyoroti Indonesia terus memperkuat keterbukaan ekonominya melalui pengembangan kemitraan strategis dan kerja sama perdagangan internasional, yang semuanya bertujuan mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat daya saing negara di kancah global.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa di tengah meningkatnya fragmentasi ekonomi global, pemerintah aktif mendorong perluasan akses pasar dengan menandatangani dan memajukan perjanjian perdagangan, termasuk dengan Kanada, Peru, Uni Ekonomi Eurasia, serta penyelesaian perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA). Indonesia menegaskan keterbukaannya terhadap perjanjian perdagangan bebas di tingkat global yang dilandasi prinsip kesetaraan, keadilan, dan komitmen pada pertumbuhan jangka panjang yang saling menguntungkan bagi seluruh mitra.


“Kami menjalin perjanjian perdagangan bukan karena tren atau tekanan, melainkan karena kami meyakini hal tersebut sebagai kebutuhan bersama. Bagi Indonesia, kerja sama ekonomi harus dibangun dengan semangat saling menguntungkan. Kami meyakini bahwa integrasi perdagangan, jika dijalankan secara adil, bukanlah ancaman bagi kedaulatan. Sebaliknya, perdagangan adalah sarana untuk menciptakan kemakmuran bersama,” ungkap Prabowo.


Melanjutkan Special Address-nya, Presiden Prabowo Subianto menekankan Indonesia terus menjaga kinerja ekonomi yang solid, didukung oleh kebijakan fiskal yang pruden. Stabilitas ini mengantarkan Indonesia mendapat pengakuan dari International Monetary Fund (IMF) sebagai global bright spot di tengah tantangan ekonomi dunia. Dengan kekayaan sumber daya alam, bonus demografi, serta investasi berkelanjutan pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai mitra strategis bagi investasi yang berorientasi jangka panjang, inklusif, dan berkelanjutan.


“IMF baru-baru ini menyebut Indonesia sebagai titik terang perekonomian dunia, dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah tantangan global yang tidak mudah. Selama satu dekade terakhir, perekonomian Indonesia tumbuh di atas 5 persen setiap tahunnya. Tingkat inflasi tetap terjaga di kisaran 2 persen, sementara defisit anggaran pemerintah dipertahankan secara konsisten di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto. Pengakuan tersebut bukanlah pujian tanpa dasar, apresiasi itu diberikan berdasarkan bukti nyata yang menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia memiliki ketahanan yang kuat,” jelas Prabowo.


Presiden Prabowo Subianto juga menyebutkan bahwa Indonesia membentuk sovereign wealth fund Danantara yang berperan sebagai mitra strategis yang mengedepankan keselarasan kepentingan dengan investor global. Dengan proyeksi aset yang mencapai sekitar USD900 miliar, Danantara dirancang untuk berinvestasi bersama mitra internasional dan menciptakan fondasi kepercayaan jangka panjang. Hal ini akan mendorong realisasi proyek-proyek strategis nasional, mulai dari hilirisasi industri, percepatan transisi energi, hingga pengembangan infrastruktur berkelanjutan.


“Indonesia kini bukan hanya negara yang damai dan stabil, tetapi semakin menjadi negara dengan penuh peluang. Sekali lagi saya tegaskan, saya percaya pertumbuhan ekonomi kita akan memberi kejutan positif bagi banyak pihak di dunia. Melalui Danantara, Indonesia kini siap menjadi mitra global. Kita akan berinvestasi dan berkembang bersama. Danantara dibentuk untuk membiayai dan mendanai bersama industri-industri masa depan. Kami bertekad untuk memajukan industrialisasi negara kita secara nyata dan signifikan,” tegas Prabowo.


Secara umum dapat disimpulkan bahwa di tengah ketidakpastian global akibat konflik, ketegangan geopolitik, Indonesia, yang diakui IMF sebagai salah satu titik terang ekonomi global, menunjukkan ketahanan ekonomi melalui pertumbuhan stabil di atas 5 persen, inflasi yang terkendali, disiplin fiskal, serta kredibilitas yang terjaga. Presiden menekankan bahwa capaian tersebut bukan kebetulan, melainkan hasil pilihan konsisten Indonesia terhadap persatuan, tata kelola yang baik, kepastian hukum, dan kebijakan berbasis bukti.


Usai menyampaikan Special Address di World Economic Forum Annual Meeting 2026, Presiden Prabowo melanjutkan agenda dengan mengunjungi Indonesia Pavilion. Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap peran Indonesia Pavilion sebagai representasi kehadiran Indonesia di forum internasional.



Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Biro Protokol dan Hubungan Masyarakat

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM

Email: humas@bkpm.go.id


Powered by sagara 2022