Berita Terkait

Selasa, 09 September 2025

Indonesia TTI Forum 2025 Hadirkan Potensi Investasi, Perdagangan dan Pariwisata Indonesia di Washington D.C.

Washington D.C. 9 September 2025 – Indonesian Investment Promotion Center (IIPC) New York, bersama Bank Indonesia (BI) New York dan Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington D.C., Amerika Serikat menyelenggarakan Indonesia Tourism, Trade, and Investment (TTI) Forum 2025 sebagai ajang promosi potensi ekonomi Indonesia di tingkat global. Dengan tema “Business Beyond Borders, Culture Beyond Compare”, forum tersebut menghadirkan diskusi yang berfokus pada 5 sektor prioritas yaitu kesehatan, pendidikan, teknologi, pariwisata, dan manufaktur.

Forum yang dibuka oleh Kuasa Ad Interim (Chargé d’Affaires) Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Nidya Kartikasari, ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dagang dan investasi antara Indonesia dan Amerika Serikat. Nidya melihat potensi ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat dari populasi serta sumber daya alam masing-masing negara merupakan modal dasar yang sangat baik.  


“Dengan populasi sebanyak 280 juta jiwa, sumber daya yang melimpah, ekosistem digital yang terus berkembang, serta reformasi struktural yang signifikan, Indonesia merupakan pasar yang penuh potensi bagi bisnis dan investor Amerika Serikat. Semua hal ini tentunya membuka peluang baru untuk investasi dan kerja sama perdagangan,” ujarnya. 


Sebagai narasumber utama, Direktur IIPC New York, Tessal Febrian Maharizky menyampaikan update iklim investasi di Indonesia, seperti tata cara berinvestasi, insentif, fasilitas keimigrasian berupa Golden Visa Indonesia bagi investor besar, hingga implementasi Peraturan Pemerintah (PP) No 28 tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR). Selain itu, Tessal juga menyoroti tren investasi Amerika Serikat di Indonesia yang terus meningkat. 


 “Investasi dari Amerika Serikat terus meningkat dan kini mendekati USD 15 miliar, meskipun sektor pertambangan masih mendominasi,” paparnya.  


Dalam kesempatan yang sama, Chief Representative dari Bank Indonesia New York, Wahyu Agung Nugroho, menyoroti prospek ekonomi global dan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian yang meningkat. Meskipun ekonomi global, khususnya di Amerika Serikat, mengalami perlambatan, Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang kuat dengan pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi rendah, dan nilai tukar yang stabil. “Struktur ekonomi yang berbasis permintaan domestik serta hubungan dagang yang strategis membantu Indonesia mencapai stabilitas ekonomi,” ujar Wahyu.  


Dalam sesi panel bisnis, Trade Attaché Embassy of Indonesia, Adis Ranitya Kusumadewi, memaparkan nilai ekspor Indonesia ke AS mencapai USD 28 miliar per tahun, di mana minyak sawit menjadi produk utama. Adis juga mengajak para peserta untuk ikut hadir pada kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) yang akan digelar pada 15–19 Oktober 2025 di Indonesia sebagai bagian dari kegiatan Business Mission dari Amerika ke Indonesia yang akan dilaksanakan pada tanggal 11–18 Oktober 2025 ini. Rangkaian kegiatan misi tersebut mencakup kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pusat industri kreatif, serta pertemuan dengan pelaku usaha di tiga provinsi. 


Forum ini dihadiri oleh berbagai asosiasi bisnis, seperti Asian American Chamber of Commerce (AACC), dan American Spice Trade Association (ASTA), serta perusahaan-perusahaan Amerika lain yang berpusat di sekitar Washington D.C. Kegiatan panel bisnis ditutup dengan diskusi dan konsultasi bisnis berupa one-on-one meeting  bersama IIPC New York dan Bank Indonesia New York, serta Atase Perdagangan KBRI. 

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Biro Protokol dan Hubungan Masyarakat

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM

Email: humas@bkpm.go.id


Powered by sagara 2022