Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026

Realisasi Investasi 2025 Lampaui Target, Hilirisasi Melompat 43,3 Persen

Jakarta, 15 Januari 2026 — Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Januari–Desember 2025 sebesar Rp1.931,2 triliun, atau 101,3 persen dari target Presiden Rp1.905,6 triliun. Kontribusi hilirisasi mencapai 30,2 persen dengan dengan nilai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen secara tahunan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, capaian ini menegaskan ketahanan iklim investasi nasional sekaligus memperkuat peran investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

“Tahun 2025 bukanlah tahun yang mudah karena ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian, mulai dari pelambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, hingga fragmentasi perdagangan internasional. Namun, pemerintah tentunya tetap hadir dan optimis bisa dilalui dengan baik. Ini membuktikan Indonesia selalu bisa menjaga kepercayaan investor. Alhamdulillah target investasi tahun 2025 tercapai dan bahkan melebihi target yang dicanangkan. Sepanjang tahun 2025 total realisasi Rp1.931,2 triliun tumbuh 12,7 persen year on year (yoy),” jelas Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani. 


Menteri Rosan menambahkan, secara kumulatif realisasi investasi Januari–Desember 2025 mampu menyerap 2,71 juta tenaga kerja, mencerminkan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional. Kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp900,9 triliun (46,6 persen), sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp1.030,3 triliun (53,4 persen). 


Berdasarakan persebaran wilayah, realisasi investasi masih didominasi luar Pulau Jawa sebesar Rp991,2 triliun atau 51,3 persen. Sementara, investasi di Pulau Jawa mencapai Rp940 triliun atau 48,7 persen. Dilihat dari lima besar lokasi investasi, Jawa Barat menempati peringkat pertama dengan total capaian Rp296,8 triliun atau menyumbang 15,4 persen. Dilanjutkan DKI Jakarta Rp270,9 triliun, Jawa Timur Rp145,1 triliun, Banten Rp130,2 triliun dan Sulawesi Tengah Rp127,2 triliun.  Pemerintah terus mendorong pemerataan investasi di berbagai sektor strategis. Hingga periode terkini, realisasi investasi menunjukkan tren yang konsisten dengan kontribusi signifikan dari sejumlah sektor utama.


“Jika dilihat berdasarkan sektor-sektor investasi, saya rasa masih cukup konsisten, realisasi investasi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan turunannya mencapai Rp262,0 triliun atau 13,6 persen. Disusul oleh transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp211 triliun (10,9 persen). Pertambangan konsisten di peringkat 3 yaitu Rp199,6 triliun (10,3 persen), jasa lainnya Rp170,5 triliun (8,8 persen), lalu perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp140,4 triliun (7,3 persen),” ungkap Menteri Rosan. 

Untuk lima besar negara realisasi investasi penanaman modal asing, Singapura masih menempati posisi pertama sebesar USD17,4 miliar atau 30,9 persen. Posisi kedua ditempati Hong Kong, RRT dengan USD10,6 miliar, Republik Rakyat Tiongkok USD7,5 miliar, Malaysia USD4,5 miliar dan Jepang USD3,1 miliar pada posisi kelima.


Capaian Triwulan IV 2025

Untuk capaian realisasi investasi triwulan IV 2025, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat pertumbuhan 9,7 persen (yoy) yaitu sebesar Rp496,9 triliun atau 26,1 persen dari target tahun 2025. Capaian ini didominasi PMA sebesar Rp256,3 triliun (51,6 persen dari total investasi triwulan IV 2025), sementara PMDN mencapai Rp240,6 triliun (48,4 persen dari total investasi triwulan IV 2025).


Dari sisi pemerataan, kontribusi investasi di luar Jawa mendominasi sebesar 50,2 persen atau Rp249,4 triliun, sementara di Jawa mencapai Rp247,5 triliun berkontribusi 49,8 persen. Adapun untuk provinsi dengan realisasi tertinggi periode triwulan IV adalah Jawa Barat, disusul DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sulawesi Tengah. 


Senada dengan capaian realisasi tahunan, sektor yang berkontribusi terbesar juga dari industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya yang mencapai Rp65,6 triliun. Kemudian transportasi, gudang dan telekomunikasi, pertambangan, jasa lainnya serta industri kimia dan farmasi. 


Adapun untuk peringkat negara, Singapura juga masih menduduki posisi pertama dengan USD4,8 miliar (30,1 persen), dilanjutkan Hong Kong, RRT USD3,4 miliar , Republik Rakyat Tiongkok USD2,1 miliar, Malaysia USD1,7 miliar dan Jepang yang menduduki posisi kelima dengan USD0,8 miliar. 


Hilirisasi Tumbuh 43,3 Persen

“Hilirisasi di berbagai sektor berjalan sangat baik dan terakselerasi. Sekarang tidak hanya mineral, kita juga mendorong perkebunan dan kehutanan yang sekarang nilainya juga cukup tinggi. Di perikanan dan kelautan juga kita yakin nilainya akan mengalami peningkatan,” papar Menteri Rosan. 


Total realisasi investasi bidang hilirisasi pada Januari – Desember 2025 mencapai Rp584,1 triliun atau tumbuh 43,3 persen (yoy) dan berkontribusi 30,2 persen dari total capaian realisasi investasi tahun 2025. Hilirisasi ini didominasi sektor mineral Rp373,1 triliun, diikuti perkebunan dan kehutanan Rp144,5 triliun, minyak dan gas bumi Rp60 triliun, serta perikanan dan kelautan dengan total Rp6,4 triliun. 


Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan kontribusi hilirisasi terbesar, disusul Maluku Utara, Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur. Untuk hilirisasi, PMA mendominasi hingga 73,5 persen atau Rp429,6 triliun, sedangkan PMDN mencapai Rp 154,5 persen atau 26,5 persen. 


Ke depan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan kualitas investasi melalui penguatan hilirisasi, pengembangan industri berbasis energi bersih, serta penyederhanaan perizinan dan peningkatan kepastian berusaha. Langkah ini diharapkan dapat menjaga momentum investasi pada 2026 dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.


“Kami mempunyai keyakinan yang sangat tinggi bahwa investasi akan terus berkontribusi secara positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang berkelanjutan, berkesinambungan, dan merata. Tentunya tugas ini tidak akan bisa kita capai jika tidak berkolaborasi bersama-sama,” pungkas Rosan.

 

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Biro Protokol dan Hubungan Masyarakat

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM 

Email: humas@bkpm.go.id


Powered by sagara 2022